MAROS, Panjikita.id — Kepedulian terhadap keselamatan dan akses masyarakat kembali diwujudkan melalui semangat gotong royong. LSM DRBI Maros bersama pemerintah setempat dan warga turun langsung membenahi sejumlah titik kerusakan di Jalan Poros Palisi, Dusun Palisi, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Minggu (27/9/2026).

Dengan peralatan sederhana dan material seadanya, masyarakat bersama anggota LSM DRBI Maros bergotong royong menimbun serta meratakan lubang-lubang jalan yang selama ini menjadi keluhan warga.

Cangkul dan sekop menjadi saksi bagaimana kepedulian masyarakat diwujudkan melalui kerja nyata. Tanpa menunggu kondisi menjadi semakin parah, warga memilih mengambil langkah bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Ketua LSM DRBI Maros, Nawir, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Palisi.

“Kami tidak ingin hanya melihat dan mengeluhkan kondisi jalan. Selama masih bisa kami lakukan bersama masyarakat, kami akan berbuat. Ini bukan soal siapa yang paling berjasa, tetapi bagaimana keselamatan dan kepentingan warga bisa kita dahulukan,” ujarnya.

Menurut Nawir, Jalan Poros Palisi memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalan tersebut juga menjadi akses bagi warga dalam menjalankan kegiatan pertanian dan perekonomian.

Ia menegaskan, aksi swadaya tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekaligus dorongan agar kondisi jalan mendapat perhatian dan penanganan secara lebih serius.

Semangat kebersamaan itu mendapat apresiasi dari kepala dusun dan warga RT 1 Palisi. Mereka menilai kehadiran LSM DRBI Maros bersama masyarakat menjadi contoh bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih. Ketika masyarakat dan lembaga sosial mau turun langsung bersama warga, tentu kami sangat menghargainya. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ungkap salah seorang warga.

Meski penambalan dilakukan secara swadaya sebagai langkah sementara, warga berharap Pemerintah Kabupaten Maros dapat memberikan perhatian lebih terhadap Jalan Poros Palisi melalui perbaikan permanen.

Sebab, bagi masyarakat setempat, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Jalan adalah akses menuju pekerjaan, pendidikan, pelayanan masyarakat, pertanian, serta denyut perekonomian warga.

Gotong royong yang dilakukan hari itu pun menjadi pesan sederhana namun bermakna: ketika kepedulian tumbuh dan masyarakat bergerak bersama, persoalan di lingkungan sekitar setidaknya dapat mulai dicarikan jalan keluarnya.

Namun demikian, perbaikan swadaya tersebut diharapkan menjadi perhatian awal bagi pemerintah untuk menghadirkan penanganan yang lebih permanen, sehingga masyarakat Palisi dapat menikmati akses jalan yang aman, layak dan nyaman dalam jangka panjang.