Slawi Tegal, Panjikita.id – Polres Tegal bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan mitra terkait melaksanakan pengamanan terpadu kegiatan Slawi Night Carnival (SNC) 2026 di kawasan Alun-Alun Hanggawana, Sabtu (22/8/2026) malam.
Kegiatan yang menjadi bagian rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berjalan aman dan lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Karnaval yang diikuti 61 kontingen dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, perbankan, BUMN/BUMD, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga fasilitas kesehatan ini menarik antusiasme sekitar 5.000 warga yang memadati sepanjang jalur kegiatan.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir menyaksikan kemeriahan, antara lain Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo didampingi jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.
Guna menjamin kenyamanan seluruh peserta dan penonton, petugas menurunkan 187 personel Polres Tegal, diperkuat 25 personel Kodim 0712/Tegal, 30 personel Satpol PP, 20 petugas Dinas Perhubungan, serta 8 relawan PMI Kabupaten Tegal.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian merupakan wujud pelayanan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan momen kemerdekaan dengan aman dan tertib.
“Kami mengedepankan pola pengamanan humanis, namun tetap siaga mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi solid yang terjalin antar unsur terkait.
“Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Sinergitas yang baik menjadi kunci utama agar perayaan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak,” tambah Kapolres.
Slawi Night Carnival 2026 menampilkan defile dan kendaraan hias bertema keberagaman, potensi alam, warisan budaya, visi pembangunan daerah, serta inovasi dan industri.
Rute karnaval dimulai dari depan Rumah Dinas Wakil Bupati, melintasi Jalan H. Ir. Juanda dan Jalan Gajah Mada, hingga berakhir di panggung kehormatan Alun-Alun Hanggawana.
Berkat kerja sama seluruh unsur pengamanan dan partisipasi tertib masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan sukses tanpa kejadian yang merugikan.







